Enlightened Success
Newsletter 2008- Edisi No. 9
success, motivation, inspiration, attitude, self
help, mind power, enlightened, thank you, gratitude,
grateful,
Sahabat,
Selamat Datang di
Enlightened Success Newsletter 2008 Edisi
Ke-9, September 2008.
Dalam edisi ini, kami suguhkan:
- Artikel: Sakit Hati Dibalas Maaf?
- Mutiara Renungan: Memberi Maaf
- Puisi Inspiratif: Memaafkan
- Ulasan dan Rekomendasi: Buku berjudul
"Forgiveness Is A Choice" karya Robert D.
Enright
- Kado:Ebook "Break Free Now" karya Muhamad
Latiff
=============================================
Artikel:
Sakit Hati Dibalas
Maaf?
Memaafkan orang yang pernah melakukan kesalahan
terhadap kita? Susah gak sih? Bisa gampang-gampang
susah, tergantung siapa dan apa kesalahan yang telah
diperbuatnya. Dan yang paling penting, sedalam apa
luka perasaan yang telah ditimbulkannya.
Memberi maaf kepada orang yang membuat kita kesal (misalnya,
terlambat), mungkin tidak akan begitu susah.
Perasaan kesal atau jengkel bisa terlupakan seiring
berlalunya waktu, terutama bila yang bersangkutan
sudah meminta maaf.
|
Namun memberi maaf akan terasa susah, terutama
bila orang itu sudah melukai harga diri kita (orang
yang menghina kita), atau mengkhianati
kepercayaan kita (pasangan hidup yang
selingkuh, teman yang membocorkan rahasia),
atau menimbulkan kesulitan besar terhadap kita
dan keluarga (orang yang menipu kita), atau
kasus-kasus “berat” lainnya. Dalam contoh
kasus di atas, tindakan memberi maaf terasa
terlalu mengenakkan bagi orang itu. |
 |
Memaafkan orang yang telah melukai hati memang tidak
gampang. Ada orang mengatakan, luka perasaan bisa
terobati seiring berlalunya waktu. Namun
kenyataannya, waktu hanya mengendapkannya sementara
waktu. Bila kita bertemu kembali dengan orang atau
situasi yang sama, luka itu akan kembali terbuka.
Sekejap kemudian kita akan teringat kembali semuanya.
Semakin diingat, semakin jelas kesalahannya, dan
semakin kabur pula kata maaf dari pikiran kita.
Mengecilkan kesalahan dari orang yang sudah membuat
sakit hati dan kecewa memang tidak gampang. Apalagi
melupakan rasa sakit yang telah ditimbulkannya.
Namun coba kita berpikir kembali dari sisi yang
lain. Adakah manfaatnya bila kita terus menerus
menyimpan rasa sakit hati? Adakah gunanya terus
mengelus-elus luka di hati kita? Sebuah luka yang
semakin dielus, semakin membesar dan menyakitkan.
Karena itu, luka yang menyakitkan hati itu sebaiknya
dibalas dengan memberi maaf. Tindakan memberi maaf
justru lebih bermanfaat bagi orang yang memberi maaf
dibanding orang yang dimaafkan. Karena:
|
1.
Memberi maaf membuat kepribadian kita
berkembang.
Memang ada orang yang lebih memilih menyimpan rasa
sakit hati dan dendam. Karena itu membuat mereka
dalam posisi “benar” dan orang lain yang salah.
Perasaan itu justru membuat mereka “nyaman” dan
tidak perlu berubah. |
 |
Memberi maaf dalam kasus-kasus “berat” seringkali
sama sakitnya dengan sakit hati itu sendiri. Karena
mengharuskan kita melakukan introspeksi, yang tak
jarang berakhir pada kesimpulan bahwa kita juga
memiliki andil dalam kesalahan yang dilakukan orang
itu terhadap kita. Pada satu titik, kita menyadari
bahwa pasangan yang selingkuh justru diakibatkan
karena sikap kita dirumah selama ini yang kurang
memberi kasih sayang, penghargaan atau bersikap
egois. Bahwa kita bisa ditipu orang justru karena
keserakahan kita sendiri.
Pengakuan seperti ini sering menyakitkan. Alih-alih
menyalahkan orang lain, kita malah dihadapkan pada
sebuah kesadaran mengenai kesalahan kita sendiri.
Sebuah kesadaran yang mengharuskan kita berubah.
Tapi ketahuilah, rasa sakit yang satu ini akan
berbuah kenikmatan dan kedamaian di hati pada
akhirnya. Ia akan membuat kita lebh bijaksana dan
menjadi orang yang lebih baik.
|
2.
Memberi
maaf membuat kita berdamai dengan masa lalu
Memberi maaf membebaskan kita dari belenggu jiwa
yang mengikat dan mengerdilkan diri kita.
Setiap langkah yang kita lalui dalam hidup ini
memuat pelajaran kehidupan yang bersifat Ilahi. Ada
pelajaran yang hendak disampaikan Tuhan melalui
langkah dan tahapan yang kita lalui dalam hidup ini. |
 |
Dengan memberi maaf (dari dasar hati, bukan sekedar
ucapan pemanis bibir), berarti kita telah berdamai
dengan masa lalu kita, termasuk diantaranya adalah
orang-orang yang telah menyakiti hati kita.
Bila kita masih menyimpan sakit hati dan kekecewaan,
berarti kita belum lulus ujian pelajaran kehidupan
yang diberikan Tuhan. Kalau belum lulus ujian, maka
kelak kita akan diharuskan mengulang kembali
pelajaran tersebut.
3.
Memberi maaf adalah hadiah terbesar yang
kita berikan kepada diri kita.
Tidak masalah apakah orang yang kita maafkan itu
pantas atau tidak untuk dimaafkan. Apalagi bila
orang itu tidak pernah meminta maaf. (Memang ada
orang yang tidak pernah meminta maaf untuk kesalahan
yang ia lakukan. Lebih parah lagi, ia bahkan tidak
merasa salah!)
Dalam situasi seperti itu, sadarilah bahwa itu bukan
urusan kita. Orang seperti itu punya masalah dengan
diri mereka sendiri, dan mereka pasti menerima
akibat dari sikap seperti itu. Bukannya mensyukuri,
tapi orang seperti itu justru perlu dikasihi.
Pada hakikatnya, tindakan memberi maaf adalah
tindakan menyangkut diri kita sendiri, bukan orang
lain. Bukan pula tergantung bagaimana sikap orang
yang sudah menyakiti hati kita. Karena memberi maaf
membuat pikiran kita lebih jernih, lebih terbuka dan
lebih luas. Ia membuat jiwa kita lebih kaya. Ingat,
orang yang “memberi” adalah orang yang lebih “kaya.”
Ia membuat kita lebih sabar dan lebih percaya diri.
4.
Memberi
maaf membuat kita lebih jujur kepada diri sendiri.
Mungkin saja kita sama sekali tidak pernah berbuat
salah kepada orang yang bersalah kepada kita. (“Apa
salah saya kepada kamu sehingga kamu berbuat seperti
ini pada saya?”) Namun bila kita sedikit lebih jujur
dan terbuka kepada diri sendiri, maka segera kita
sadari bahwa kitapun pernah berbuat salah kepada
orang lain. Kita juga manusia yang jauh dari
sempurna. Mungkin saja orang yang menyakiti hati
kita hanyalah perantara utusan Tuhan untuk
menyadarkan kesalahan yang pernah kita lakukan
kepada orang lain. Karena itu, bukannya malah benci
dan mendendam, kita justru patut berterima kasih
kepada “si utusan Tuhan” ini.
5.
Secara sosial, tindakan memberi maaf diterima
sebagai sikap seorang ksatria dan berjiwa besar.
Apakah memaafkan perlu diucapkan secara verbal? Saya
kira tidak ada sebuah pedoman baku untuk itu, karena
sangat tergantung pada situasinya. Apalagi bila yang
bersangkutan tidak pernah meminta maaf, tentu akan
aneh bila tiba-tiba kita mengatakan bahwa kita
memaafkan kesalahannya.
Namun yang terpenting adalah, apakah kita sudah
memaafkannya dari dasar hati? Apakah kita sudah
memetik pelajaran yang hendak disampaikan Tuhan
melalui dia? Kalau sudah, maka sikap kita yang
memaafkan akan tercermin dalam bahasa tubuh dan
tutur kata kita. Dan dengan itu, sebuah jalinan tali
persaudaraan umat manusia yang sempat terputus bisa
tersambung kembali.
Saya selalu yakin, Tuhan memberikan moment-moment
tertentu dalam hidup manusia sebagai saat yang tepat
untuk menjalin kembali tali persaudaraan yang sempat
putus. Moment-moment itu adalah Tahun Baru, Lebaran,
Natal, Hari Nyepi, Hari Waisak, atau hari ulang
tahun. Bisa juga moment berupa kelahiran seorang
bayi, pesta pernikahan, atau upacara wafat anggota
keluarga. Itulah moment menurut saya kita perlu
saling memaafkan. Niscaya hidup kita akan lebih
damai dan menjadi orang yang lebih mencintai dan
dicintai.
Salam Sukses,
Kingson
Kingson Suryaatmaja
NB: Anda dapat
mengutip isi artikel ini, dengan tetap mencantumkan
sumbernya, yakni:
http://www.kingsonsurya.com.
Dapatkan lebih banyak lagi artikel seputar
motivasi dan pengembangan diri, sales dan
pengembangan bisnis, serta artikel seputar hubungan
keluarga dan menjadi orang tua di:
http://www.kingsonsurya.com/Artikel.htm
|
Artikel ini saya persembahkan sebagai ucapan
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1429 H
bagi pelanggan Enlightened Success Newsletter
yang merayakannya. Minal Aidin Wal Faidzin.
Mohon Maaf Lahir dan Batin. |
=============================================
Mutiara Renungan:
Memberi Maaf
“Ketika Anda membenci seseorang, Anda mengikatkan
diri secara emosional dengan orang itu, sebuah
ikatan yang jauh lebih kuat dibanding baja. Memberi
maaf adalah satu-satunya jalan untuk melepaskan diri
dan terbebas dari ikatan itu.” – Chaterine Ponder
“Tidak ada cinta tanpa permaafan, dan tidak ada maaf
tanpa cinta.” – Bryant H McGill
“Memaafkan berarti melepaskan seorang tawanan dari
penjara, dan kemudian menyadari bahwa tawanan itu
tidak lain adalah Anda sendiri.” – Lewis B. Smedes
“Orang lemah tidak pernah memaafkan. Permaafan
adalah sifat yang dimiliki orang yang kuat.” – Mahatma Gandhi
“Orang bodoh tidak bisa memaafkan dan melupakan.
Orang naif bisa memaafkan dan melupakan. Orang
bijaksana bisa memaafkan, tapi tidak melupakan.” – Thomas D. Szasz
“Ketahuilah, bahwa Anda telah memberi maaf ketika
Anda ingat orang yang yang telah menyakiti hati Anda,
dan mendoakan kebahagiaan mereka.” – Lewis B. Smedes
“Ketika kita terluka secara dalam, kita tidak akan
sembuh sampai kita bisa memberi maaf.” – Alan Paton
“Ia yang sama sakali tidak bisa memaafkan adalah
orang yang tidak bisa mencintai.” – Martin Luther King Jr.
“Maaf tidak bisa mengubah masa lalu, tapi ia bisa
memperluas masa depan kita.” – Paul Boese
“Memaafkan berarti melepaskan masa lalu.” – Gerald Jampolsky
“Tanpa permaafan, tidak ada masa depan.” – Desmond
Tutu
“Kebencian akan mengerdilkan dirimu, sementara
permaafan mendorong kamu untuk tumbuh melebihi
dirimu saat ini.” – Cherie Carter –
Scott
“Kebencian yang kamu bawa dalam dirimu adalah sebuah
bara api dalam hatimu. Ia jauh lebih berbahaya bagi
dirimu ketimbang bagi mereka yang kamu benci.”
– Lawana Blackwell
“Tidak masalah apakah orang yang telah menyakiti
hatimu pantas untuk dimaafkan atau tidak. Maaf
adalah hadiah yang kamu berikan ke dirimu sendiri.
Ada yang kamu harus lakukan, dan kamu harus terus
melangkah ke depan.” – Real Live Preacher
"Permaafan itu sesuatu yang lucu. Ia
menghangatkan hatimu dan mendinginkan keperihan." - William Arthur Ward
"Maaf adalah balas dendam yang paling manis." - Isaac Friedmann
"Maafkanlah semua orang yang telah menyinggung
Anda, bukan untuk mereka, tapi untuk diri Anda
sendiri." - Harriet Nelson
=============================================
Puisi Inspiratif:
Memaafkan
Memaafkan
Bukanlah melupakan
Memaafkan
Sesungguhnya adalah mengingat
Bahwa tidak ada orang yang sempurna
Bahwa kita
semua
bisa tersandung
Ketika kita ingin berdiri tegak
Bahwa kita semua pernah mengucapkan sesuatu
Yang kemudian kita sesali
Bahwa kita semua bisa saja lupa bahwa cinta
Jauh lebih penting daripada pembenaran
Memaafkan
Sesungguhnya adalah mengingat
Bahwa kita semua memiliki lebih
Dibanding kesalahan-kesalahan kita
Bahwa kita juga sering bersikap baik dan perhatian
Bahwa menerima kekurangan orang lain
Akan membantu kita menerima kekurangan diri sendiri.
Memaafkan
Adalah mengingat
Bahwa perselisihan adalah sesuatu yang baik
Dimana kita mungkin juga butuh untuk dimaafkan.
Bahwa hidup kadang memberi kita lebih
Dari pada yang sanggup kita terima dengan anggun.
Memaafkan
Adalah mengingat
Bahwa kita memiliki ruang dalam hati kita
Untuk memulai lagi
Dan lagi,
Dan lagi.
Pengarang: Tidak Diketahui; Sumber:
www.bellaonline.com
=============================================
Ulasan dan Rekomendasi:
Ada sebuah buku terkait dengan topik bahasan kita
kali ini, berjudul Forgiveness Is A Choice,
karangan Robert D. Enright.
Buku ini ditujukan untuk orang yang telah terluka
secara mendalam dan terjebak dalam kemarahan,
depresi dan kebencian yang serius. Sebagai pionir
yang mencetuskan Program Permaafan (Forgiveness
Program), Robert D. Enright berhasil membuktikan
secara ilmiah yang telah terbukti
secara ilmiah bagaimana permaafan dapat mengurangi
kecemasan dan depresi. Selain itu juga meningkatkan
rasa percaya diri dan pengharapan positif terhadap
masa depan. Dengan memaafkan, pembaca didorong untuk
menghadapi dan mengatasi rasa sakit hatinya, agar
dapat kembali memulai sebuah kehidupan yang baru.
Untuk memiliki buku ini, silahkan klik gambar di bawah ini:
=============================================
Kado:
| Kado edisi ini adalah sebuah ebook
berjudul "Break Free Now" karya Muhamad
Latiff.
Muhamad Latiff adalah orang Singapura yang
mendirikan UltimateSecretsofSuccess.com yang
telah mengarang beberapa buku motivasional.
Dalam buku ini, Latiff menerangkan
bagaimana kita dapat mengatasi berbagai
keterbatasan diri kita, yang membuat kita
sulit mengaktualisasikan potensi dalam diri
kita untuk mencapai kesuksesan dan kebahagiaan. |
 |
Saya yakin Anda telah memiliki ebook lain yang telah
saya berikan, ya kan? Kalau belum, maka Anda dapat
mendaftarkan diri Anda sebagai anggota
Enlightened
Success Newsletter. Ini sepenuhnya GRATIS.
Silahkan
daftarkan diri Anda (bagi yang belum) di
http://www.KingsonSurya.com.
Untuk mendownload kado Anda edisi ini, silahkan
klik gambar buku di atas.
Ebook ini berformat Adobe Acrobat PDF. Bila Anda
belum memiliki Adobe PDF Reader,
Anda dapat
mendownload secara gratis disini.
=============================================
Anda dapat mendownload newsletter edisi ini dalam
bentuk file pdf untuk dikirimkan kepada kolega Anda.
Silahkan
download disini.
Dapatkan lebih banyak lagi artikel, kata mutiara dan
cerita inspiratif dengan mengunjungi:
www.kingsonsurya.com
Bila Anda memiliki pertanyaan, masukan,
atau komentar, silahkan
hubungi kami di Kingson@kingsonsurya.com
Terima kasih telah mengunjungi KingsonSurya.com
|