Selamat Datang di
Enlightened Success Newsletter 2008 Edisi
Ke-11, Nopember 2008.
Dalam edisi ini, kami suguhkan:
Artikel: Hakuna Matata
Artikel Kontributor: Syukur Secara Holistik
Mutiara Renungan: Jangan Khawatir
Puisi Inspiratif: Dua Hari Yang Tak Perlu
Dikhawatirkan
Snack: Video Inspiratif: Hakuna Matata
Kado:Ebook "How To Fill Your Life With
Unlimited Abundance"
===============================================
Artikel:
Hakuna Matata
“Tidak ada gunanya mengkhawatirkan sesuatu yang
tidak bisa Anda kontrol. Dan bila Anda memiliki
kontrol, Anda bisa melakukan sesuatu daripada
sekedar khawatir.” – Stanley C. Allyn
Bagi sebagian orang, mungkin judul di atas tidak
asing lagi. Ya, itu adalah judul salah satu lagu
gubahan Elton John dalam film The Lion King
(1994). Oleh American Film Institute, lagu itu
dinyatakan sebagai salah satu lagu terbaik dalam
sejarah perfilman.
"Hakuna Matata"adalah
sebuah perkataan dalambahasa
Swahiliyang
biasanya diterjemahkan menjadi "Jangan Khawatir".
Ditengah berita-berita mengenai gencarnya PHK dan
krisis finansial global saat ini, Hakuna Matata
menemukan kembali relevansinya.
Bila Hakuna Matata diartikan sebagai sebuah pola
perilaku hedonistik tak bertanggung jawab, yang
tidak mempedulikan keadaan dunia nyata dengan
semboyan “nikmati apa yang bisa kamu nikmati saat
ini, tidak usah pedulikan hari esok”, tentu ia akan
menyesatkan. Karena tidak ada orang yang tidak bisa
hidup terlepas dari kenyataan. Namun bila
memperhatikan kata ini sering dikutip dan
disampaikan dalam nuansa bijak, tentulah ia memiliki
arti lain yang mendalam.
Pada kenyataanya, sering kita menemukan orang
yang hidupnya senantiasa diliputi kekhawatiran.
Seperti kekhawatiran menyangkut penampilan,
pendapat orang mengenai dirinya, kesetiaan
pasangan hidup. Atau bisa juga kekhawatiran
akan rongrongan kesalahan masa lalu, dan
ketidakpastian masa depan (seperti keadaan
ekonomi saat ini).
Kekhawatiran adalah hal yang wajar. Namun menjadi
kontra produktif bila hanya sekedar berhenti sebatas
kekhawatiran tanpa melakukan apa-apa. Ia hanya akan
menghasilkan kelelahan pikiran, menambah kegalauan
hati, dan mengaburkan hal-hal inti.
Kekhawatiran harus dibaca sebagai sebuah alarm dari
alam, bahwa ada sesuatu dilakukan. Ada yang harus dikoreksi,
dipelajari, diantisipasi, dan ditindaklanjuti.
Dengan demikian, kekhawatiran yang menggalaukan hati
berganti menjadi aktifitas berupa usaha untuk
berpikir kreatif dan antisipatif untuk masa yang
akan datang.
Ada kekhawatiran mengenai sesuatu yang berada di
luar kendali kita. Kekhawatiran seperti ini biasanya
sia-sia. Misalnya mengkhawatirkan jemuran yang kita
tinggalkan di rumah karena langit yang menggelap
pertanda hujan akan turun. Kekhawatiran seperti ini
sia-sia belaka. Alih-alih khawatir, lebih baik
berpikir mengenai tindakan yang harus kita ambil
agar kelak kita tidak lagi khawatir bila langit
menggelap di atas kita.
Ada kekhawatiran yang sebetulnya bisa diatasi dengan
adanya usaha dari kita. Misalnya, bila khawatir
mengenai penampilan, artikan itu sebagai sebuah
alarm bahwa kita harus memberi perhatian terhadap
penampilan. Bila sudah cukup percaya diri dengan
penampilan kita, maka kita bisa katakan kepada diri
sendiri, “Saya sudah OKE.”
Bila mengkhawatirkan kesetiaan pasangan hidup,
artikanlah itu sebagai sebuah pertanda bahwa ada
suasana hubungan dan komunikasi dengan pasangan
hidup yang harus kita perbaiki, start dari diri kita
sebagai orang yang menyadarinya. Dengan demikian
kekhawatiran itu menjadi konstruktif.
Bila kita menjadi karyawan yang mengkhawatirkan PHK
yang marak belakangan ini akibat krisis finansial
global, bercerminlah mengenai kinerja kita selama
ini. Bila ada yang dirasakan masih kurang dan bisa
ditingkatkan, tingkatkanlah segera. Bila kita yakin
sudah melakukan yang terbaik, maka urusan
selanjutnya sudah berada di luar batas kendali kita.
Dalam dunia bisnis, ada trend dan perubahan yang
terus terjadi dengan kecepatan yang makin bertambah.
Kenali itu dan berusaha semaksimal mungkin untuk
menyesuaikannya dengan bisnis kita adalah kunci
untuk mengatasi masalah, alih-alih khawatir dan
tidak berbuat apa-apa.
Saya ingin mengutip Ralph
Waldo Emerson, seorang filsuf asal Amerika, “Jangan
sia-siakan hidup Anda dalam keraguan dan ketakutan.
Jalani hidup Anda dalam pekerjaan di hadapan Anda.
Yakinlah bahwa kinerja yang tepat atas tugas-tugas
anda saat ini akan menjadi persiapan yang terbaik
bagi masa yang akan datang.”
Alam selalu
bekerja dalam hukum yang sederhana. Dalam keadaan
jaman seperti apapun, selalu ada yang bisa kita
khawatirkan. Tapi tugas kita dalam hidup ini
sebetulnya hanya satu, yakni melakukan yang terbaik,
memberi yang terbaik. Pasti hasil terbaiklah yang
akan kita peroleh. Kalaupun hasilnya tidak seperti
yang diharapkan, toh kita pasti belajar sesuatu dari
pengalaman itu. Jadi, jangan khawatir. Hakuna
Matata.
Salam Sukses,
Kingson
Kingson Suryaatmaja
NB: Anda dapat
mengutip isi artikel ini, dengan tetap mencantumkan
sumbernya, yakni:
http://www.kingsonsurya.com.
Dapatkan lebih banyak lagi artikel seputar
motivasi dan pengembangan diri, sales dan
pengembangan bisnis, serta artikel seputar hubungan
keluarga dan menjadi orang tua di:
http://www.kingsonsurya.com/Artikel.htm
=============================================
Artikel Kontributor:
Pada edisi ini, kami khusus
menghadirkan sumbangan artikel dari salah
seorang pembaca Enlightened Success
Newsletter, yakni Bp. Sugeng D. Triswanto,
penulis "The real story: Keajaiban Shodaqoh",
"God;s Code in the DNA", dan sedang
mempersiapkan buku berjudul "Quantum Syukur"
Syukur Secara
Holistik
Saya ingin menceritakan sebuah true story dimana
kisah ini terjadi sekitar akhir tahun 2003. Kami
mencoba mendirikan sebuah penerbitan dan
distributor, alhasil menginjak tahun pertama dan
kedua, usaha kami meningkat tajam. Tidak lama
menginjak tahun ketiga bencana itu benar-benar
terjadi. Sebenarnya kejadian ini sudah sejak lama
diprediksi oleh banyak kalangan penerbitan.
Terlalu longgarnya owner dalam pembayaran,
seleksi penerimaan buku yang akan dipasarkan, dan
ketidakseimbangan turn over dan cash flow menjadi
bom waktu yang setiap saat akan meledak. Apa yang
kami khawatirkan ternyata terjadi di akhir tahun
2005, banyak sekali buku yang di return dari
pengadaan Gramedia. Awalnya kami tidak begitu risau
dengan pengembalian buku-buku tersebut, karena kami
menyepakati dengan penerbit lain dengan
credit-returnable. Kejadian ini menjadi masalah
besar ketika beberapa penerbit tidak mau menerima
lagi buku-buku tersebut dengan dalih-dalih yang
merumitkan penagihan. Sang owner begitu terhentak
ketika ia melihat angka sekitar 3 milyar sebagai
beban hutang yang harus diselesaikannya.
Akhirnya kami memutuskan untuk melakukan
recovery pada semua lini perusahaan,
membangkitkan semangat para karyawan, dan
secepat mungkin berproduksi kembali. Usaha
kami berhasil menyelesaikan hutang pasif
hingga mencapai 80 persen dalam jangka waktu 2
tahun, tanpa mengurangi aset-aset tetapnya.
Hal ini merupakan prestasi yang sangat luar
biasa, karena prediksi-prediksi bahwa kami
akan gulung tikar hanya dalam jangka waktu 4
bulan setelah itu, ternyata tidak terjadi dan
sampai detik ini kami siap untuk lebih bisa
berkembang dan sehat secara finansial
perusahaan.
Ketika saya melakukan flashback dengan sang
owner, saya pernah menanyakan kepadanya, "Apa yang
pertamakali Anda pikirkan ketika mengalami
keguncangan yang begitu hebat?" Ia menjawab bahwa, "Sebagai
manusia saya pasti mengalami keguncangan, stres, dan
tidak bisa berpikir apa-apa. Tetapi saya sadar
pengalaman pahit ini membawa pelajaran yang berharga
bagi perjalanan perusahaan ini sehingga saya harus
belajar dari pengalaman sepahit apapun. Dan yang
paling penting, saya benar-benar bersyukur telah
diberi nikmat kesehatan sehingga dengan tubuh dan
pikiran yang sehat, ia dapat berpikir ulang
memperbaiki semua kesalahan manajemen yang pernah ia
terapkan di perusahaan ini."
Saya terperangah mendengar jawaban yang
kelihatannya sederhana ini, "bersyukur" atas
kesehatan yang Tuhan berikan kepada hamba-Nya. Hal
yang selalu kita lalaikan bahwa ketika kita
mendapatkan karunia Tuhan, sepertinya kita sering
lupa bersyukur atas-Nya. Bayangkan saja, hal yang
paling sederhana bagaimana rasanya ketika kita tidak
bisa kencing, tentu rasa sakit akan sangat
mengganggu aktivitas sehari-hari, apabila
berlarut-larut akan membawa dampak yang lebih berat
pada ginjal dan sistem organ lainnya. Apalagi harus
dibawa ke rumah sakit, tentu biaya yang tidak
sedikit akan kita keluarkan untuk pengobatan. Jadi
benar yang diungkapkan sang owner, bahwa bersyukur
tidak hanya ketika kita mendapatkan uang yang banyak,
kedudukan yang tinggi, dan berbagai materi yang kita
dapatkan, tetapi bersyukur juga kita ucapkan ketika
Tuhan melimpahkan nikmat kesehatan, iman, hingga
pada hal-hal yang kelihatannya sepele yaitu bebas
menghirup oksigen bagi kelangsungan hidup.
Bayangkan orang-orang yang sakit harus menghirup
tabung oksigen, mereka harus membayar dan tidak ada
yang gratis. Seandainya Tuhan memberlakukan sistem
seperti rumah sakit, berapa banyak ongkos yang
dikeluarkan manusia hanya untuk hidup. Rasa syukur
juga perlu kita tanamkan ketika cobaan hidup
menghampiri masing-masing hamba-Nya. Tuhan berfirman:
"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami
akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan
sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya
kepada Kamilah kamu dikembalikan." (QS. An-Anbiyaa:
35) "….Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat
tanda-tanda (kekuasaan-Nya) bagi setiap orang yang
banyak bersabar dan banyak bersyukur." (QS.
Asy-Syuura: 33)
Artinya sebagai manusia kita diwajibkan untuk
bersabar, ketika cobaan itu buruk menurut ukuran
manusia yang berarti menerima hal itu dengan ikhlas
sebagai ketentuan Tuhan, dan bersyukur apabila
sesuatu yang menimpa kita sesuai dengan keinginan
kita. Oleh karena itu mengarahkan hati untuk selalu
melihat sisi positif dari setiap hal yang menimpa
kita akan membawa manusia pada rasa syukur yang
tiada habis kepada Tuhan yang Maha Esa.
Kesadaran diri untuk menciptakan rasa syukur akan
menumbuhkan pikiran dan sikap yang positif dimana
keduanya akan menarik dukungan yang positif pula.
Hal ini membuktikan dalam fisika kuantum, kesadaran
menciptakan realitas dimana teori realitas yang
dibentuk oleh para pengamat yang berkaitan dengan
bagaimana partikel dan gelombang diukur, menunjukkan
bahwa niat dan kesadaran adalah kekuatan yang sangat
nyata.
"Kesadaran selalu merupakan sebuah pilihan dan
pilihan itu membawa kesadaran Anda untuk fokus
melihat dan mengutamakan apa yang sungguh-sungguh
penting, yang sungguh-sungguh menghormati, dan
meningkatkan nilai hidup Anda." —Sandra Anne Tylor.
Ketika kita fokus terhadap apa yang akan
kita syukuri, kita tidak hanya mengubah sudut
pandang kita terhadap apa yang menimpa dan apa
yang kita rasakan, tetapi juga keadaan.
Bersyukur merupakan cara yang sangat baik
untuk mengubah kenegatifan kita, karena
bersyukur dapat melepaskan suasana hati yang
murung untuk kembali jalur yang tepat, dan
membuat kita terus maju ke arah yang positif.
Syukur ini mempunyai pengaruh yang sangat luar
biasa dampaknya terhadap harapan-harapan kita,
karena kita sadar untuk fokus pada hal-hal
yang baik dan menemukan hal-hal yang kita
hargai, sekaligus menghidupkan penghargaan dan
kepuasan yang murni. "Jika Anda mulai fokus
pada apa yang Anda miliki dan apa yang Anda
syukuri maka Anda akan melihatnya lebih banyak."—Oprah
Winfrey
Oleh karena itu kebenaran inti dari hidup adalah
menemukan apa yang kita cari, jadi kalau kita
mencari sesuatu yang kita hargai dan syukuri maka
kita akan lebih banyak menemukan hal yang baik.
Bersyukur mengubah cara pandang kita terhadap dunia
dan bagaimana kita memandang suatu keadaan. Ketika
kita berkomitmen untuk bersyukur maka sesungguhnya
setiap saat kita akan menemukan hal-hal yang luar
biasa, yaitu anugerah Tuhan yang tak terkira baik
berupa kesehatan, anak, kekayaan, keberlimpahan, dan
sebagainya. Syukur adalah pilihan, setiap saat kita
mempunyai pilihan untuk bersyukur, bagaimanapun
keadaannya.
Salam sukses
Sugeng D. Triswanto
=============================================
Mutiara Renungan:
Jangan Khawatir
“Anda tidak bisa menjadi orang besar hingga Anda
berhasil mengatasi rasa cemas, khawatir dan takut.
Orang yang cemas, khawatir atau takut tidak mungkin
melihat kebenaran. Kondisi mental seperti ini akan
membuat segalanya terdistorsi dan mengaburkan
hubungan. Orang-orang dalam kondisi ini tidak bisa
membaca kehendak Tuhan.” – Wallace D. Wattles (Dikutip
dari buku The Science of Being Great)
“Hanya ada satu jalan menuju kebahagiaan, yakni
berhenti mengkhawatirkan hal-hal yang berada di luar
kekuasaan kehendak kita.” – Epictetus
“Bila mata Anda dibutakan oleh kekhawatiran, Anda
tidak akan bisa melihat keindahan dibalik
tenggelamnya matahari di ufuk barat.” – Jiddu
Krishnamurti
“Kekhawatiran seringkali membuat sesuatu yang
kecil memiliki bayangan yang besar.” – Peribahasa Swedia
“Kekhawatiran adalah sebuah kemewahan emosional
ditengah banyaknya hal-hal yang harus dilakukan.” – Melvin Peebles
“Bila Anda sudah melakukan yang terbaik, Anda
tidak akan punya waktu untuk mengkhawatirkan
kegagalan.” – Robert Hillyer
“Sehari penuh kekhawatiran jauh lebih melelahkan
dibanding sehari penuh pekerjaan.” – John Lubbock
“Bila kita mengisi pikiran kita dengan hal-hal
yang menyenangkan dihadapan kita, banyak
kekhawatiran dan kecemasan, mungkin juga kesehatan
yang lemah, akan larut dengan sendirinya.... Selalu
mengharapkan yang terbaik. Bila Anda harus mengatasi
beberapa masalah berat, Anda akan memiliki kekuatan
dan keberanian untuk menghadapinya.” –
George Matthew Adams
“Bekerja adalah obat penyembuh kekhawatiran yang
lebih baik dibanding whisky.” Thomas A. Edison
“Kekhawatiran tidak menghilangkan masalah esok
hari, tapi ia menghilangkan kekuatan hari ini.” -
Anonim
“Bila Anda mau khawatir, maka tidak ada gunanya
berdoa. Bila Anda mau berdoa, maka tidak ada gunanya
khawatir.” – Tiffany Berry
“Masalah itu mirip manusia. Mereka tumbuh menjadi
besar bila dipelihara.” - Anonim
“Kekhawatiran adalah seperti sebuah kursi goyang.
Seakan-akan Anda melakukan sesuatu, tapi sebetulnya
Anda tidak kemana-mana.” - Glenn
Turner
“Demi ketenangan pikiran, mengundurkandirilah
sebagai general manager dari alam semesta ini.” -
Anonim
“Orang yang terberkati adalah orang yang terlalu
sibuk untuk khawatir di siang hari, dan terlalu
mengantuk untuk khawatir di malam hari.” - Anonim
“Rasa khawatir membunuh lebih banyak orang
dibanding bekerja. Penyebabnya adalah karena lebih
banyak orang yang khawatir dibanding orang yang
bekerja.” - Robert Frost
“Kekhawatiran adalah bunga yang kita bayar
terhadap masalah sebelum masalah itu jatuh tempo.” - William Ralph Inge
"Jangan terburu-buru. Jangan khawatir. Anda
hanya melakukan sebuah kunjungan singkat di sini.
Jadi jangan lupa berhenti sejenak untuk mencium
wangi bunga mawar." - Walter Hagen
=============================================
Puisi Inspiratif:
Dua Hari Yang
Tidak Perlu Dikhawatirkan
Ada dua
hari dalam seminggu dimana kita tidak perlu khawatir,
Dua hari
yang harus dijaga agar terbebas dari rasa takut dan
khawatir.
Salah
satunya adalah hari Kemarin dengan kesalahan dan
kesusahannya,
kekeliruan dan kebodohan, sakit dan penderitaannya..
Kemarin
sudah berlalu selamanya tanpa bisa kita cegah.
Seluruh
uang di bumi ini tidak bisa mengembalikan hari
Kemarin.
Kita
tidak bisa meniadakan tindakan yang sudah kita
lakukan;
Tidak
bisa pula kita menghapus sepatah kata yang telah
terucap.
Kemarin
sudah berlalu selamanya.
Hari
lainnya yang tidak perlu kita khawatirkan adalah hari
Esok
Dengan
segala kemungkinan beban dan kesulitannya,
Dengan
harapan yang besar atau hasil yang minim;
Hari Esok
juga berada di luar kendali seketika kita.
Mentari
akan terbit esok,
Entah
dengan megahnya atau dibalik topeng awan, ia akan
terbit.
Hingga ia
terbit, kita tidak punya kuasa atas hari Esok ,
Karena ia
masih belum tiba.
Ini
menyisakan hanya satu hari, Hari ini.
Semua
orang bisa saja bertarung dalam pertempuran satu
hari.
Ketika
Anda dan saya menambahkan beban dari dua hari yang
mengerikan
Hari
Kemarin dan Hari Esok yang mengganggu.
Bukan
pengalaman Hari Ini yang membuat orang menjadi gila,
Namun
adalah penyesalan atau kepedihan atas apa yang
terjadi Kemarin
Dan rasa
takut akan apa yang akan terjadi pada Hari Esok.
Marilah kita, karenanya, hidup di hari ini.
Pengarang: Tidak Diketahui; Sumber:
Yuni.com
=============================================
Snack:
Sebagai bahan penyegar ingatan bagi yang sudah
menonton, maupun bagi yang belum, nikmatilah lagu Hakuna Matata dari film The Lion King
berkut ini:
=============================================
Kado:
Kado edisi ini adalah sebuah ebook
berjudul "How To Fill Your Life With
Unlimited Abundance".
Buku ini memuat tips
dan teknik menuju kemakmuran, kebahagiaan,
ketenangan hati, kesehatan dan hubungan yang
lebih baik. Buku ini mencakup semua aspek
kehidupan berkelimpahan, baik dari segi
finansial, mental, emosional, fisik maupun
aspek spiritual.
Buku ini akan mengajarkan bagaimana
meningkatkan kesehatan fisik dengan belajar
mengencalikan berbagai perasaan negatif
seperti rasa takut, khawatir, marah, penolakan,
cemburu, iri hati maupun kasihan diri.
Bila Anda pernah merasa takut akan
kegagalan, kesendirian, penolakan,
kebangkrutan, atau penyesalan, Anda perlu
mengetahui rahasia kehidupan berkelimpahan
yang diajarkan dalam buku ini!
Saya yakin Anda telah memiliki ebook lain yang telah
saya berikan, ya kan? Kalau belum, maka Anda dapat
mendaftarkan diri Anda sebagai anggota
Enlightened
Success Newsletter. Ini sepenuhnya GRATIS.