Menjalani Hidup Penuh
Makna
Dalam menjalani kehidupan ini, manusia memiliki
kelebihan yang tidak dimiliki oleh makhluk lain
yakni “ kebebasan hati” untuk
memilih kehidupannya. Apakah akan memilih mengikuti
daya tarik positif atau tarikan negative. Mengikuti
daya tarik spiritual yang mengantarkannya pada
kehidupan penuh makna dan keagungan atau daya tarik
materialisme duniawi semata yang dapat membawanya
pada kegagalan.
Amanat agung yang dipikul manusia dalam hidup ini,
hanya dapat ditunaikan andaikata kita dapat memahami
secara utuh dan benar hakekat penciptaan diri kita.
Sehingga manusia dapat menggunakan potensi dirinya
untuk menjalani kehidupan ini penuh makna dan
berdayaguna. Banyak memberikan manfaat bagi orang
lain dan alam semesta. Menghasilkan karya dan
kinerja yang bermanfaat bagi orang lain dan alam
semesta.
Bagaimana agar dapat menjalani kehidupan ini
penuh makna dan berdayaguna ? Setiap individu pasti
memiliki jawaban masing-masing, namun disini saya
memberikan beberapa tips berikut ini:
- Mengubah Orientasi Hidup, Memikirkan
Orang Lain
Apakah Anda lebih sering memikirkan diri
sendiri dibandingkan orang lain ? Misalnya
berpikir bagaimana memenuhi keinginan sendiri,
ingin pekerjaan lebih baik, penghasilan lebih
tinggi, rumah lebih mewah, mobil baru, bisnis
lebih besar, lebih kaya dan ingin-ingin lainnya.
Kalau hal itu yang selalu ada dalam pikiran kita,
artinya kita lebih sering memikirkan diri sendiri.
Artinya kita hanya berpusat pada diri sendiri dan
mementingkan diri sendiri.
Mulailah mengubah pusat hidup kita lebih banyak
memikirkan orang lain. Misalnya memikirkan
bagaimana membantu anak-anak yatim bisa bersekolah,
membantu fakir miskin yang kesulitan sembako,
memikirkan pekerjaan bagi pengangguran, membantu
orang tak berdaya, orang yang kurang rejeki, orang
yang tidak pernah dibantu hidupnya. Itu artinya
kita sudah mulai memikirikan orang lain. Inilah
yang akan membawa kita lebih dekat dengan
kemudahan, kebahagiaan dan keberuntungan dalam
hidup.
- Meningkatkan empati kepada orang lain.
Bersikap empati kepada orang lain
merupakan salah satu cara menghargai HIDUP kita.
Bersikap empati lebih menekankan pada mengerti
orang lain, memahami kondisi orang lain secara
emosional dan intelektual. Artinya kita
menggunakan ketajaman mata hati untuk
memperhatikan kebutuhan orang lain, berusaha
melihat kesulitan orang lain.
Bersikap empati, sederhananya memandang keluar
melalui kerangka pikiran orang lain, atau melihat
dunia dan hubungan dengan orang lain melalui kaca
mata orang lain. Bagaimana caranya ?. Dengan
menumbuhkan pemahaman dan perasaan dari dalam jiwa
kita. Menanamkan tekad dari dalam hati untuk
mengutamakan kepentingan orang lain. Memiliki
kerendahan hati, kesediaan berbagi kebaikan dengan
orang lain. Berbagai kegembiraan disaat memperoleh
kemenangan dan memberikan dorongan disaat
mengalami kesulitan.
- Banyak Melepaskan Energi Positif.
Melepaskan energi positif artinya banyak
melakukan pekerjaan-pekerjaan positif. Pernahkah
Anda merasakan kebahagiaan pada saat menolong
orang yang sedang benar-benar kesusahan, misalnya
? Itulah sesungguhnya kebahagiaan yang menyentuh
aspek spiritual. Menolong orang lain adalah
pekerjaan positif dan melepaskan energi positif
kepada orang lain.
Melepaskan energi positif dapat dilakukan dengan
berbagi semangat, berbagi ide dan solusi bagi
orang lain, berbagi pemikiran positif, misalnya.
Semakin banyak anda melakukan pekerjaan positif,
semakin banyak melepaskan energi positif dan
semakin banyak yang akan kembali Anda terima.
Mungkin anda akan menerimanya dalam bentuk yang
berbeda, misalnya kebahagiaan hati, kepuasaan jiwa,
ketenangan hidup bahkan bisa saja berbagai
kemudahan rejeki, dll.
- Hadapkan Wajah Kepada Allah
Hidup adalah ‘pemberian’ dari Allah. Maka
Dia-lah yang berkuasa juga untuk mengambilnya
kembali. Dia pulalah yang berkuasa mengatur hidup
kita, memberikan kemudahan, keberhasilan atau
kesulitan bagi kita. Itu semua bermula dari
bagaimana cara kita memilih jalan hidup kita.
Berusahalah menjaga keseimbangan dalam hidup
dengan selalu mengorbit dan beredar dalam
lingkaran pusat gravitasi spiritual. Pusat makna
tertinggi kehidupan yang di dalamnya sudah ada
sifat-sifat mulia Allah Tuhan Yang Maha Esa.
Menjalani hidup bertawakal dan mengabdi kepada
Allah. Bekerja, berbisnis, berusaha dan berkarya
semata-mata bentuk pengabdian kepada Allah. Menerima
kehidupan dengan bersyukur, namun tidak pernah
berhenti ber-ikhtiar melalui usaha lahiriah yang
cerdas dan keras. Lebih lengkap dapat dibaca di buku
“The Art of Life Revolution” yang diterbitkan Elex
Media. Semoga bermanfaat untuk kita semua.
(Eko Jalu Santoso,
Founder Motivasi Nurani Indonesia.)
|