Kekuatan
Kata-Kata (2) : Ia Dapat Melukaimu!
“Jangan
dekat-dekat dengan lilin. Nanti kamu bisa terbakar."
"Jangan main dengan pisau. Nanti kamu bisa terluka."
Terdengar tidak asing? Saya yakin kita semua pernah
mendengar kata-kata seperti ini dari orang tua kita
ketika masih anak-anak. Atau jangan-jangan kita juga
mengucapkan kata-kata yang sama pada anak-anak kita? :-)
| Saya
yakin setiap orang tua peduli dengan
anak-anaknya, dan selalu berusaha melindungi
anaknya dari segala sesuatu yang dapat melukai
dan membahayakan mereka.
Tapi, apakah kita sadar bahwa ada hal yang
dapat melukai dan membahayakan anak-anak kita
melebihi nyala api lilin dan sebilah pisau?
Hal itu adalah kata-kata yang kita ucapkan
kepada mereka!
Ya, kata-kata yang kita ucapkan pada anak kita
dapat membahayakan dan melukai mereka melebihi
segalanya. Dan luka yang ia tinggalkan
seringkali tidak tersembuhkan hingga mereka
dewasa. |
 |
Kata-kata dapat melukai seseorang. Bukan karena ia
adalah kata-kata, tapi karena ia memiliki makna.
Kita bisa melukai seseorang, meskipun tidak
disengaja, bukan karena apa yang telah kita perbuat
kepadanya, tapi lebih sering karena kata-kata yang kita ucapkan
kepadanya. Tidak jarang muncul keinginan untuk
menarik kembali kata-kata yang telah kita ucapkan,
tapi setiap kata yang telah keluar tentu saja tidak
dapat ditarik kembali tanpa meninggalkan jejak di
hati.
Artikel ini
tidak bermaksud membahas bagaimana caranya
berbicara dengan anak-anak kita. Tapi apa yang harus
kita lakukan dengan diri kita sendiri. Sejalan
dengan peningkatan diri kita, maka kita akan
menemukan cara yang tepat untuk berkomunikasi dengan
anak-anak kita.
Kembali ke topik, kata-kata memiliki kekuatan
karena mereka menciptakan kesan, gambar dan harapan.
Kata-kata membangun hubungan psikologis yang
mempengaruhi jalan pikiran kita. Karena pikiran akan
mengarahkan tindakan kita, maka ia juga akan
menentukan hasil yang akan kita peroleh.
Kata-kata yang
berbeda akan membangkitkan pikiran dan perasaan yang
berbeda. Kata-kata dapat mematikan semangat,
mempengaruhi rasa percaya diri, menghilangkan
harapan dan menciutkan nyali. Sebaliknya, kata-kata
dapat membangkitkan motivasi, harapan, menciptakan
visi dan mempengaruhi jalan pikiran seseorang menuju
hasil yang diinginkan. Pengalaman saya selama ini di
management meyakinkan saya bahwa kata-kata
mempengaruhi pikiran dan tindakan saya. Kata-kata
juga memiliki efek terhadap orang yang saya ajak
bicara.
Bila Anda ingin sukses dalam segala bidang kehidupan
Anda, belajarlah menggunakan kata-kata agar ia
bermanfaat bagi Anda, bukan menyulitkan Anda. Pilih
kata-kata yang tepat yang akan mengarahkan Anda dan
tim Anda kepada hasil yang Anda inginkan. Pikirkan
kata-kata yang akan Anda ucapkan, baik kepada diri
sendiri maupun orang lain seakan-akan ia adalah
prioritas utama. Dan buktikan sendiri hasilnya.
Kata-kata yang
ada dalam pikiran Anda lahir dari apa yang Anda
suguhkan pada pikiran Anda. Jadi, berhati-hatilah
terhadap kata-kata yang Anda suguhkan kepada pikiran
Anda. Saya sarankan beberapa tip sebagai berikut:
|
1. Belajar
mendeteksi pikiran dan perasaan negatif Anda.
Sadari ketika mereka hadir, hentikan arusnya
dalam pikiran Anda. Ubahlah menjadi sesuatu yang positif.
2. Suguhkan
pikiran Anda dengan segala sesuatu yang
positif.
3. Baca
buku dan artikel yang inspiratif dan
memotivasi. |
 |
4. Temukan
orang-orang yang dapat mendorong dan membuat Anda
merasa positif.
5. Jaga
jarak dari orang-orang yang selalu mengecilkan hati
Anda dan membuat Anda berpikir negatif terhadap apa
saja, termasuk hidup Anda sendiri.
Sebagai penutup, saya ingin mengutip kata-kata
Jennie S.Bev
dalam
blognya, “You are what you read,
hear, and see. You are what you think you are. After
all, what you know and say about yourself is more
important than what people think they know and say
about you.”
(Kamu adalah apa yang kamu baca, dengar dan lihat.
Kamu adalah apa yang kamu pikirkan mengenai dirimu.
Pada akhirnya, apa yang kamu tahu dan katakan
mengenai dirimu jauh lebih penting dari apa yang
orang lain pikir mereka tahu dan katakan mengenai
dirimu).
Salam Sukses,
Kingson Suryaatmaja
NB: Anda dapat
mengutip isi artikel ini, dengan tetap mencantumkan
sumbernya, yakni:
http://www.kingsonsurya.com.
|