Kecerdasan Bayi Anda - Kapan Mulai Terbentuknya?
OK, sebelum saya melanjutkan, mungkin Anda ingin
tahu dulu apa sih sebenarnya yang dinamakan koneksi
otak itu? Secara sederhana, koneksi otak adalah
hubungan antara sel-sel otak dengan sel-sel lainnya
dalam tubuh manusia.
Nah, berkaitan dengan bayi, sebuah koneksi akan
semakin kuat terbentuk dalam otak bayi apabila
kejadian atau pengalaman yang memicu terbentuknya
koneksi tersebut semakin sering terjadi.
Coba Anda baca sekali lagi pernyataan di atas!
Sudah? OK, terus apa artinya? Agar lebih mudah
dimengerti, mari kita lihat beberapa contoh berikut...
Seorang bayi yang sering diajak berbicara oleh
orang-orang di sekelilingnya, nantinya akan memiliki
kemampuan berbahasa lebih baik dibandingkan dengan
orang yang ketika masih bayi jarang diajak bicara.
Bisa dibayangkan, apa jadinya kalau seorang bayi
tidak pernah diajak berbicara sama sekali!
Seorang bayi yang sering berinteraksi dengan banyak
orang di lingkungannya, insya Allah akan mudah
bersosialisasi nantinya ketika dia dewasa. Begitu
pula, kasih sayang dan kehangatan yang Anda berikan
kepada bayi Anda akan membentuk kepribadian yang
positif ketika dia beranjak dewasa.
Ketika Anda mengajak bayi Anda berbicara,
sesungguhnya Anda sedang memicu terbentuknya sebuah
koneksi dalam otaknya. Semakin sering aktivitas ini
Anda lakukan, semakin kuat koneksi yang tercipta.
Selanjutnya, bayi Anda akan memiliki kepandaian
berbahasa kelak ketika ia dewasa.
Ratusan kejadian atau pengalaman yang dialami oleh
bayi Anda akan memicu terbentuknya ratusan koneksi
dalam otaknya. Ingat, sekali lagi, semakin sering si
bayi mengalami suatu kejadian, semakin kuat koneksi
tersebut terbentuk dalam otaknya.
Inilah penjelasan ilmiahnya mengapa bayi dan
anak-anak kecil selalu diibaratkan sebagai kertas
putih...terserah si orang tua ingin menulis apa di
atas kertas itu. Keburukankah atau kebaikan?
Makanya, hati-hati dalam berinteraksi dengan bayi
Anda dan jangan menyia-nyiakan waktu yang sangat
berharga ini untuk membentuk kepribadian dan
kecerdasan bayi Anda sejak dini, bahkan semenjak
masih dalam kandungan!
Tahukah Anda, dengan tersenyum kepada bayi Anda
ketika dia menangis, berarti Anda telah memicu
terbentuknya suatu koneksi otak yang akan berdampak
positif pada emosi si bayi?
(Farid Aziz,
http://BayiSehat.blogspot.com)
|