SELF TALK (DIALOG
DIRI) POSITIF: Bagaimana Anda Berdialog Dengan
Diri Anda Akan Menentukan Keberhasilan Anda!
Sebetulnya
kita banyak melakukan Self talk (dialog dengan diri
sendiri) sepanjang hari. Beberapa ahli
mengatakan bahwa kita melakukan "dialog diam" ini
sebanyak 50.000 kali dalam sehari. Self talk memiliki efek langsung terhadap pikiran dan perilaku
kita.
Self talk adalah dialog internal (atau kadang juga
monolog) yang kita lakukan dengan diri kita
sendiri ketika dihadapkan pada situasi tertentu.
Apa yang "secara diam-diam" kita katakan kepada diri
sendiri mengenai sebuah kejadian akan memberi
pengaruh yang luar biasa terhadap diri kita.
Selftalk dapat mengubah apa yang kita lihat dan
dengar di sekeliling kita, apa yang kita rasakan,
dan apa yang kita ingat ketika meninjau kembali
pengalaman hidup kita.
|
Pernahkah anda mendengar tentang self fulfilling
prophecy (ramalan yang mewujudkan dirinya
sendiri)? Self-talk mirip dengan
self-fulfilling prophecy—dimana apapun yang
paling sering dan paling banyak kita pikirkan,
cenderung akan terwujud nyata.
Ketika self-talk kita positif - “Segalanya
akan berjalan lancar,” “Saya
yakin bisa mendapatkan pekerjaan ini”—
maka kita sebenarnya sedang mengarahkan diri
menuju sukses, dan kemungkinan sukses itu ada
untuk kita. Karena kita memerintahkan alam
bawah sadar untuk menyediakan segala sumber
daya di dalam diri kita untuk sukses. |
 |
Ketika self-talk kita negatif — “Keadaan pasti akan
menjadi kacau balau,” “Saya tidak yakin bisa menjadi
seorang supervisor yang baik” — maka kita sebenarnya
sudah menyerah, dan besar kemungkinan kita tidak
akan sukses. Karena kita telah memerintahkan alam
bawah sadar kita untuk melewatkan segala kesempatan
dan kemungkinan untuk berhasil.
Self-talk akan mengarahkan
pikiran dan perilaku kita. Bila kita berpikir, “Saya
yakin bisa mendapatkan pekerjaan ini,” maka kita
akan berusaha untuk mendapatkannya. Selama proses interview,
kita akan menunjukkan keyakinan diri dan kemampuan
kita, dan karena itu kemungkinan bagi kita untuk
diterima juga lebih besar.
Namun bila kita mengatakan
pada diri kita sendiri, "Lamaran saya pasti akan
ditolak," maka besar kemungkinan kita tidak akan
berusaha untuk menunjukkan keyakinan dan kemampuan
diri kita, dan karena itu, lamaran kita pun ditolak.
|
Maka, sangatlah penting untuk "menulis kembali
naskah" self-talk kita yang negatif menjadi
positif. Seperti menghapus "rekaman" mental
yang biasanya kita putar ketika menghadapi
tekanan, dan menggantikannya dengan "rekaman"
yang baru. |
 |
Ada beberapa pola berpikir yang sering kita miliki,
khususnya pola yang negatif, yakni:
1. Pola
Pikir Hitam Putih
(Kalau kita tidak sukses sempurna, berarti kita
adalah pecundang sempurna!)
·
Saya berasal dari
kota kecil, dan semua orang disini dari kota yang
lebih besar. Bagaimana mungkin saya bisa bersaing
dengan mereka.
·
Oke, sekarang giliran saya. Saya harus
menunjukkan kepada mereka betapa hebatnya saya.
2.
Pola Pikir Katastrophik (Membesar-besarkan
signifikansi sebuah kejadian!)
·
Ini moment yang
paling memalukan sepanjang hidup saya!
·
Tidak pernah ada orang yang menghina saya sedemikian
rupa seperti yang baru saja dia lakukan!
3.
Pola Pikir Pesimistik (Hanya melihat dari
sisi negatif dan membayangkan yang terburuk!)
· Saya
tidak pernah punya teman baik sebelum ini. Apa yang
membuat saya mengira saya bisa mendapatkannya
sekarang?
·
Saya sudah tahu
saya tidak bisa!
Buang waktu saja!
4.
Self-fulfilling Prophecy
·
Begitu mulai
makan es krim, saya tidak bisa berhenti!
·
Saya tidak bisa
melakukan aktifitas saya tanpa di dahului dengan
secangkir
kopi di pagi hari.
5.
Pernyataan "Harus" (Dikendalikan dengan seperangkat
peraturan yang kaku!)
·
Saya seharusnya
lebih banyak berlatih. Kini kesempatannya sudah
hilang.
·
Saya tidak boleh
makan setelah jam 6.00 sore, atau seluruh kalori
yang saya makan akan menjadi lemak.
6. Pola
Pikir "Ini bukan salah saya” (Mengalihkan
tanggung jawab atas tindakan kita)
·
Kalau bukan karena dia, saya pasti dipilih untuk
posisi itu.
·
Kalau saja saya
punya lebih banyak waktu, saya pasti akan berhasl.
7.
Menerka Pikiran Orang (Mengasumsikan orang
berpikir yang buruk terhadap kita!)
·
Tidak ada orang
yang akan tertarik dengan
pembicaraan saya.
·
Lihat..
mereka semua merendahkan saya.
8.
Discounting (tidak bisa menerima fedback
positif!)
·
Mau kasih saya
nasehat? Dia pikir dia siapa? Hah?
· Saya
tahu, dia hanya pura-pura memberi masukan. Tapi
tujuan sebenarnya adalah mempermalukan saya di
meeting tadi.
9.
Pola Pikir Perbandingan (selalu membandingkan
diri dengan orang lain)
·
Apapun yang saya lakukan, dia selalu selangkah lebih
maju dibanding saya!
·
Ya, kamu bisa karena kamu memiliki sumber daya yang
lebih besar.
|
Cara untuk memiliki self talk yang positif dan
menghilangkan self talk yang negatif
sebetulnya sederhana. Pertama, sadarilah cara
kita berkomunikasi dengan diri sendiri.
Bila kemudian kita menyadari bahwa kita sedang
melakukan self talk yang negatif, maka
hentikanlah saat itu juga. Segera katakan pada
diri sendiri, “STOP!!” |
 |
Kemudian gantilah self talk negatif dengan yang
positif. Awalnya, ini mungkin akan membuat kita
merasa sedikit canggung dan aneh. Karena sebetulnya
kita tidak mungkin memilih kata apa yang akan kita
ucapkan, bahkan kepada diri sendiri, karena
kata-kata itu keluar begitu saja. Ia adalah kata
yang biasa kita ucapkan. Tapi jangan khawatir. Bila
kita terus berlatih, maka cepat atau lambat
kebiasaan yang baru akan menggantikan kebiasaan yang
lama.
Semua kebiasaan bisa dipelajari. Awalnya, kebiasaan
itu kita bentuk, dan kemudian ia membentuk kita dan
hidup kita. Tapi point yang paling utama adalah
bahwa semua kebiasaan yang kini kita miliki awalnya
dibentuk oleh kita sendiri.
Karena itu, kita bisa mengubahnya. Pilihan untuk
berubah atau tidak ada di tangan kita. Dan pilihan
itulah yang akan menentukan perjalanan kita menuju
sukses dalam setiap aspek kehidupan kita.
Salam Sukses,
Kingson Suryaatmaja
NB: Anda dapat
mengutip isi artikel ini, dengan tetap mencantumkan
sumbernya, yakni:
http://www.kingsonsurya.com.
|